BeritaPolitik

JPPR: Apa Layak Pilkada Desember 2020?

Aktualita, Jakarta- Komisi II DPR RI telah menyepakati penundaan Pilkada sampai dengan Desember 2020 mendatang. Namun penundaan Pilkada ini dikhawatirkan sejumlah pihak akan menurunnya tingkat partisipasi pemilih.

Koordinator Nasional JPPR Alwan Ola Riantoby memprediksi, jika pelaksanaan pilkada tetap dijalankan pada 9 Desember 2020, disinyalir memberikan ruang yang begitu besar akan menurunnya partisipasi pemilih.

Menurut dia, penurun partisipasi masyarakat dalam memilih karena saat ini masyarakat lebih terfokuskan dalam menghindari penyebaran virus Korona. “Ini menjadi tantangan bersama terutama pemerintah dan DPR, apakah pilkada layak ditunda sampai 9 Desember 2020?,” tanya dia, Rabu (15/4).

Alwan mengkalkulasi, pada Pilkada 2020 tentu melibatkan banyak pihak. Dia menguraikan, tercatat jumlah DP4 (Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu) Pilkada 2020 sebanyak 105.396.460 pemilih. Jika melihat data pada pilkada 2015, dirinya menjabarkan terdapat 838 pasangan calon dan jumlah TPS sebanyak 237.79.

“Kini dalam tantangan berat karena Plkada 2020 yang diselenggarakan di 270 daerah terancam berjalan dengan kondisi rendahnya partisipasi masyarakat pemilih serta memberikan ruang hilangnya kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di Indonesia. Dalam kondisi seperti ini Negara harus hadir. Kehadiran Negara harus lebih cepat dari pergerakan covid-19,” ucapnya.

Dirinya menilai, aspek pendidikan pemilih menjadi penting untuk terus dibangun. Kerja sama dengan lembaga pemantau baginya diperlukan dalam membangun solidaritas sosial yang kolektif untuk membangun demokrasi. “Perlu adanya kesepakatan antara KPU dan Bawaslu yanh memetakan dan membuat ‘road map’ pilkada terbaik untuk tahun 2020,” imbuh dia. (D-01)

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

More in:Berita

Comments are closed.